Berita 23 February 2026 Admin

H. Kiman Dama Jadi Penerjemah Syekh Palestina di Masjid Al-Mujahidin: Momentum Ramadhan Sebagai Bulan Mulia dan Berbagi

H. Kiman Dama Jadi Penerjemah Syekh Palestina di Masjid Al-Mujahidin: Momentum Ramadhan Sebagai Bulan Mulia dan Berbagi

Suasana Masjid Al-Mujahidin di Kecamatan Sipatana tampak lebih padat dan khidmat pada Ahad (22/2) malam. Kehadiran seorang Syekh asal Palestina dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan menjadi daya tarik utama bagi Jama'ah setempat yang ingin mendengarkan langsung kabar terkini dan tausiyah dari bumi para Nabi. Bertindak sebagai penerjemah dalam kesempatan tersebut adalah H. Kiman Dama, yang dengan cakap mengalihbahasakan pesan-pesan mendalam dari sang Syekh ke dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh seluruh jama'ah yang hadir.

Dalam ceramahnya, Syekh tersebut menekankan bahwa Ramadhan adalah "Syahrul Azhim" atau bulan yang sangat agung, di mana setiap detik di dalamnya merupakan peluang emas untuk meraih ampunan. Melalui terjemahan H. Kiman Dama, disampaikan bahwa kemuliaan bulan ini terletak pada turunnya Al-Qur'an dan adanya malam Lailatul Qadar. Beliau mengajak jamaah untuk tidak membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa adanya peningkatan kualitas ketaqwaan yang nyata dibandingkan sebelas bulan lainnya.

Selain aspek ibadah ritual, fokus utama tausiyah tersebut adalah mengenai Ramadhan sebagai bulan berbagi. Syekh Palestina mengingatkan bahwa di belahan bumi lain, khususnya di Palestina, saudara-saudara seiman sedang menjalani ibadah puasa di tengah keterbatasan dan perjuangan. Hal ini menjadi pengingat bagi jamaah di Sipatana untuk lebih mensyukuri nikmat keamanan dan kecukupan yang ada dengan cara meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang lebih masif.

H. Kiman Dama, saat menerjemahkan pesan sang Syekh, tampak emosional ketika menyampaikan betapa pentingnya solidaritas umat Islam sedunia. Beliau menekankan bahwa berbagi bukan hanya soal materi, tetapi juga soal doa dan dukungan moral yang terus mengalir. Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk mengasah rasa empati, di mana lapar dan dahaga yang dirasakan saat berpuasa seharusnya membangkitkan kesadaran akan penderitaan mereka yang kekurangan setiap harinya.

Jamaah yang hadir tampak menyimak dengan seksama setiap kalimat yang diterjemahkan. Pesan tentang pemanfaatan waktu Ramadhan dengan sebaik-baiknya benar-benar ditekankan agar tidak terjebak pada rutinitas buka puasa dan sahur semata. Syekh mengajak umat Islam di Kecamatan Sipatana untuk menjadikan Masjid Al-Mujahidin sebagai pusat peradaban dan pusat berbagi, di mana nilai-nilai kemanusiaan dijunjung tinggi selaras dengan perintah agama.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan umat Muslim di seluruh dunia, khususnya bagi rakyat Palestina yang terus berjuang. Kehadiran H. Kiman Dama sebagai jembatan komunikasi dalam acara ini mendapat apresiasi dari pengurus masjid dan jamaah, karena pesan-pesan spiritual yang disampaikan sang Syekh dapat terserap dengan baik. Harapannya, semangat "Bulan Mulia dan Bulan Berbagi" ini terus membekas dalam perilaku sehari-hari jamaah bahkan setelah Ramadhan usai.

Bagikan tulisan ini:

WhatsApp Facebook
Tentang MUI

Website resmi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gorontalo. Menyajikan informasi, fatwa, dan artikel keislaman terpercaya.

BUTUH FATWA?

Konsultasi Syariah & Hukum Islam

Tim Komisi Fatwa MUI Kab. Gorontalo siap menjawab keraguan Anda.

CHAT ADMIN